Apa arti kehidupan ini?? Tingkatan tertinggi Kebahagiaan. ~by : dmh~
Hampir sebagian besar dari kita atau mungkin semua manusia di dunia mencari kebahagiaan. Hidup untuk bahagia. Adakah di antara kalian yang tidak ingin bahagia? Saya yakin, Anda yang membaca tulisan ini tentu ingin bahagia. Buktinya, Anda mencari-cari di manakah letak kebahagiaan manusia?
Selama ini, orang mencari kebahagiaan lewat berbagai cara. Ada yang mencoba mencarinya lewat kekayaan atau uang, ada yang mencarinya lewat kesuksesan karir, keluarga, hidup dan sebagainya. Apakah hal-hal tersebut membahagiakan? Tentu saja, tapi seberapa lama kebahagiaan itu Anda rasakan.
Hakikatnya, Manusia memiliki beberapa level untuk menuju kebahagiaan dan kebutuhannya, pada level pertama adalah seseorang yang kebutuhannya masih seputar kebutuhan fisiologis, seperti makan,tidur,seksual dan kebutuhan-kebutuhan fisik yang lainnya, artinya kebahagiaannya hanya sebatas hal tersebut saja dan bisa dikatakan masih tergolong primitif karena level ini merupakan level yang paling banyak dicapai oleh kebanyakan orang. Naik satu level diatasnya yaitu ketika seseorang sudah mulai membutuhkan rasa aman. Diatas pemenuhan rasa rasa aman ada level ketika seseorang mulai memikirkan kebutuhan sosial. Termasuk kebutuhan sosial yaitu ketika seseorang merasa butuh untuk disayangi dan dihargai. Selanjutnya, menaiki satu level lagi yaitu level dimana seseorang sudah merasa butuh untuk menunjukan eksistensi dirinya.
Pada level ini seseorang sudah mulai memikirkan bagaimana caranya untuk menunjukkan keberadaannya hingga akhirnya dia dapat dikenal oleh orang lain. Dewasa ini sudah cukup banyak yang mencapai level ini. Untuk level tertinggi dan masih sangat sedikit yang mencapainya yaitu level ketika manusia sudah berusaha untuk mengaktualisasikan dirinya.
Ketika sudah mencapai level ini, seseorang akan mengorbankan hidupnya untuk orang lain. Dia sudah tidak butuh untuk dikenal orang lain, yang terpenting bagi dirinya adalah bagaimana agar dia mampu bermanfaat untuk orang lain.
Manusia hidup dan digerakkan oleh keinginan, waktu dan segala yang dimiliki manusia dikonsumsi dan dipergunakan untuk merealisasikan keinginanya. Tetapi sebuah pertanyaan menghadang kenyataan aksiomatis ini yaitu keinginan seperti apa dan keinginan siapa yang patut diikuti?
Pertama, manusia yang hanya mengikuti keinginan dirinya, tidak ada yang penting baginya kecuali yang dia mau. Barang kali dia mengira bahwa dirinya merdeka.
Kedua, manusia yang tidak punya keinginan independen, dia selalu didorong oleh pihak luar. Lingkungan,teman,orang tua, bahkan seterusnya selalu menjadi pusat perhatiannya, dan selalu mendorongnya untuk bereaksi. Orang seperti ini tidak punya pendirian. Apa kata orang ini "kemanapun angin berhembus ke sanalah dia berlayar".
Ketiga manusia yang selalu berperang antara kemauan dirinya dan kemauan orang lain, dan juga emauan sang pencipta. Dia selalu ingin mendapatkan penerimaan semua pihak tetapi tidak rela manusia yang menenggelamkan dirinya dalam keinginan sang pencipta. Dia hanya menginginkan keridhaan Allah. Dia tahu bahwa dia hanya mahluk yang diciptakan untuk beribadah kepada-Nya. Manusia golongan ini adalah manusia luhur dan suci. Mereka menghayati "katakanlah bahwa shalatku,ibadahku,hidup dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan semesta alam".
Jadi kesimpulanya, manusia mencari kebahagiaan di hidup ini, mereka akan memulai mencari kebahagiaan dengan memcari kepuasan diri dengan pemenuhan kebutuhan jasmani mereka, kemudian mereka ingin menemukan jati diri atau bahasa Garutnya PASSION mereka dengan mengerjakan hal yang paling di sukai, dan pada akhirnya mereka sadar bahwa mengerjakan hal yang lebih besar dari diri mereka dan menyumbangkan sesuatu untuk kepentingan bersamalah yang membuat mereka menemukan arti kebahagiaan seutuhnya.
Tengoklah Bill Gates, Warren buffet, Mother teresa juga para sahabat nabi seperti Abu bakar dan banyak nama orang sukses lainya yang mendedikasikan hidupnya untuk kepentingan yang lebih besar dari diri mereka. Bagai mana dengan anda, level kebahagiaan manakah yang saat ini anda kejar? ingatlah, tanpa menemukan arti perjalanan hidup, anda belum berakhir. Simpanlah di hati anda sebuah kalimat mutiara dari robert oppenheimer yang mengatakan ” Orang bodoh mencari kebahagiaan di mana – mana. Sedangkan orang bijak menumbuhkanya dari telapak kakinya.

0 Response to "Apa arti kehidupan ini?? Tingkatan tertinggi Kebahagiaan. ~by : dmh~ "
Posting Komentar