Sejarah PKI Sesungguhnya

Fotonya channel saya sekalian promisi:v

Saya mau sedikit speak up mengenai SW saya kemarin perihal PKI mungkin banyak orang belum mengerti bagaimana sejarah G30S PKI di lihat dari 2 perspektif yang berbeda, karena sejarah itu tak baik jika hanya dilihat dari 1 perspektif, saya harap temen2 baca ini sampai akhir supaya kita sama2 terbuka tentang apa yang terjadi sebenarnya🙏🏻 Catatan! disini saya bukan mau jadi org yang so tahu apalagi so pintar siapalah saya ini?,saya hanya ingin membagikan apa yg saya baca dan saya analisis. 

Jujur saja saya speak up ngehabissin waktu buat ngetik tulissan ini karena merasa jengkel dengan isu isu pki yg di gembor2kan sekarang.
Oke next 👉🏻

Saya kasih judul tulisan ini "sejarah G30SPKI yang Sesungguhnya"

Dipikir-pikir, kalau Presiden Sukarno wafat tahun 1965 karena sakit, nasib Indonesia ada dua. Jadi rezim komunis, presidennya DN Aidit atau jadi rezim militer, presidennya Jenderal Ahmad Yani (bukan Soeharto). Perebutan kursi presiden ini akan sangat berdarah-darah. Tapi takdir berkata lain.

Di Indonesia saat itu ada persaingan 3 kekuatan: Sukarno - PKI - ABRI. PKI lagi di puncak kekuatan. Kalau tahun 1965 pemilu, pasti PKI menang. Kadernya ada 3,5 juta orang dan militan. Kalau bahasa sekarang, ghirohnya luar biasa. Kebijakan reformasi agraria (bagi-bagi tanah) memicu konflik horizontal di daerah antara PKI dan umat Islam. Yang terkenal adalah Peristiwa Kanigoro di Kediri, 13 Januari 1965. Massa PKI menyerang masjid dan marusak Al Qur’an. PKI sok jago banget lah waktu itu. Nah, PKI itu ada 2 kubu, PKI reguler dan Biro Chusus yang elitis dan misterius.

Di sisi lain ada ABRI yang anti komunis. ABRI pun pecah 4 kubu. Kubu netral, hidup jadi tentara saja kaya AL, sebagian AD dan AU. Terus ada kubu pro komunis macam Brigjen Suparjo dan Letkol Untung. Terus ada lagi kubu anti komunis yaitu AD gank Jenderal Ahmad Yani dan Pahlawan Revolusi lain. Yang terakhir kubu anti komunis yaitu AD gank Jenderal AH Nasution, anggotanya ada Soeharto dan para anak buahnya. Kubu Yani dan Kubu Nasution sebenernya musuhan, tapi mereka punya musuh bersama: PKI.

Disini Sukarno dengan posisi yang unik. Dia buffer yang menahan PKI dan Angkatan Darat tidak duel frontal. Sukarno pun jadi bisa berkuasa seumur hidup dengan memelihara permusuhan PKI dan Angkatan Darat. Tapi antara Aidit dan Yani, Sukarno lebih condong ke Yani. Sukarno emang tidak suka Nasution, karena pernah ancam dia pakai meriam tank dalam peristiwa 17 Oktober 1952.
Makanya tadi saya bilang, kalau Sukarno wafat, titik keseimbangan ini hancur. Sukarno nggak punya Wapres. Pergantian presiden akan jadi ajang PKI dan Angkatan Darat adu kekuatan. Aidit dan Yani akan bertarung terbuka.
Sampai sini paham, kita lanjut!!

PKI dan AD sama-sama punya niat berkuasa, sama-sama mempersiapkan diri, yakin kalau kubu lawannya mau kudeta dan saling memata-matai. PKI didukung China, AD didukung Amerika.
Dalam teori politik, kudeta itu menggulingkan presiden atau raja. Tapi di Indonesia nggak jelas siapa kudeta siapa. PKI dan AD sama-sama ingin memukul lawan sambil mengaku membela Sukarno. Jadinya seperti 2 anak berebut warisan sementara bapaknya masih hidup. Ini permainan menunggu dan PKI memukul duluan.

Dari sisi PKI, ceritanya tampak simpel. Ada sekelompok jenderal kongkalikong sama Amerika dan mau menggulingkan Sukarno. Ini kabar dari hasil PKI menaruh agen di tubuh militer. Ditambah lagi Dokumen Gilchrist meyakinkan PKI ada Dewan Jenderal, padahal itu dokumen hoax dan PKI kemakan hoax itu. Jadi menurut PKI, para Dewan Jenderal ini harus ditangkap sebelum mereka mengkudeta Sukarno. Lalu mereka dihadapkan sebagai pengkhianat ke hadapan Sukarno menjelang HUT ABRI 5 Oktober. Mereka habis karirnya dan PKI jadi pahlawan. Artinya menurut saya, ini membuka jalan Brigjen Suparjo ke pucuk pimpinan ABRI menyingkirkan Yani dan Nasution. DN Aidit pun mendapat golden ticket Presiden Kedua RI. Indah bukan?

Masalahnya, rencana itu cuma dibahas di Biro khusus yang udah macam Illuminati di dalam PKI. Cuma Aidit, Sjam dan beberapa saja yang tahu. Kader PKI di daerah blass tidak tau apa-apa.
Isu Dewan Jenderal sebenarnya adalah, gaya maling teriak maling. PKI mengatai Angkatan Darat ada main sama Amerika. Lah, PKI juga ada main sama China. Tapi ya begitu, bikin istilah apapun untuk mencurahkan kebencian. Muncullah istilah Dewan Jenderal.
Tapi apa benar Angkatan Darat ada main sama Amerika? Jawabannya, BENAR. Segepok dokumen CIA untuk Presiden Lyndon B Johnson menjadi bukti ada komunikasi aktif antara Amerika dan kubu AD untuk memerangi Komunis di Indonesia. Amerika menyebut para jenderal ini sebagai Brain Trust, PKI menyebutnya Dewan Jenderal.

Fakta lain malam G30S

Kejadian malam jahanam ini secara umum sama dengan film Pengkhianatan G30S/PKI. Saya cuma mau menambahkan beberapa fakta lain saja.

Pertama, dokumen otopsi Pahlawan Revolusi sekarang sudah dibuka, di situ disebutkan Pahlawan Revolusi gugur ditembak dan ditusuk bayonet, bukan luka penyiksaan brutal seperti di dalam film. Penyiletan dan pencungkilan mata itu ditambahi oleh Orde Baru.

Kedua, posisi Soeharto yang misterius makin sering dibahas di masa Reformasi. Dia tidak di rumah, tapi di RSPAD dengan alibi Tommy Soeharto dirawat kesiram kuah panas (ya elah). Dan dia berkomunikasi beberapa kali dengan Latief, yang ikut menculik jenderal. Ngapain beliau disana ?

Ketiga, Istana Merdeka dikepung pasukan tapi kebetulan Sukarno tidak di sana. Sukarno tidur sama Dewi di Wisma Yaso. Hampir saja pulang ke Istana Merdeka subuh-subuh, sebelum diminta ajudannya Maulwi Saelan belok ke rumah Haryati di Grogol, demi keselamatannya. Apa yang akan terjadi jika malam itu Sukarno tidur di Istana Merdeka?

Sukarno menyebut malam jahanam itu Gestok (1 Oktober), ini indikasi kalau dia nggak tahu soal rencana penculikan. Karena yang tahu, pasti bilangnya G30S atau Gestapu, yang artinya kegiatannya dimulai dari tanggal 30 September.

Semua jenderal yang gugur adalah dari kubu Yani. Sementara, jenderal dari kubu Nasution tetap hidup. Nasution patah kaki, Sukendro di luar negeri, Soeharto entah kenapa tidak masuk daftar penculikan. Kubu Nasution otomatis naik ke tampuk pimpinan ABRI untuk menumpas PKI dan dari sanalah PKI di basmi sampai ke akar akarnya.

Setelah merangkum semua sisi saya lebih paham gambar besarnya. Suksesi Sukarno sudah pasti berdarah-darah, tinggal apakah korban jiwanya bisa diminimalisir atau tidak. Menurut data CIA 150 ribu, atau 500 ribu atau 1,5 juta orang tewas, itu adalah tragedi nasional. Itu nyawa manusia lo. Tapi saya yakin udah bener Soeharto membubarkan PKI sampai ke akarnya. Indonesia itu ada di dalam proxy war global USA VS Komunis. Setelah Korea pecah, Vietnam pecah, selanjutnya Indonesia terancam pecah.
What if, PKI menang, Aidit jadi presiden? Sudah pasti Indonesia di-Vietnam-kan! Kekuatan perang Amerika full force di Vietnam dan Guam (di utara Papua dikit), kekuatan perang Inggris dan Australia full force di Australia Utara. Indonesia bisa jatuh dalam perang saudara besar-besaran. Jawa jadi milik PKI, luar Jawa milik blok Barat. Tamat sudah NKRI pecah jadi dua negara. Korban jiwa bisa jutaan orang. Amerika cuma memberi 2 pilihan, jenderal-jenderal AD memberantas sendiri komunisme, atau Amerika yang turun langsung.

Beberapa Kesimpulan :

Pertama, PKI tidak mungkin bangkit lagi di Indonesia, Saya yakin 100%. Dunia udah berubah jauh sekarang. Komunisme sudah tidak laku di dunia. Tinggal Korut yang masih komunis murni. China itu kapitalis banget sekarang isinya Alibaba, Huawei dan TikTok. PKC itu cuma buat jaga hegemoni politik aja. Dunia itu sekarang perang kekuatan kapitalis, makanya disebut Trade War. Komunisme sudah masuk museum, meskipun masih ada partai komunis di Palestina.

Kedua, Hantu PKI sengaja dipelihara, Meski PKI tidak mungkin bangkit lagi, hantunya sengaja dipelihara oleh pihak lain. Tujuannya untuk menebar ketakutan dan membodohi rakyat. Bukti-buktinya apa? Narasi hantu komunisme yang disebar sekarang adalah narasi yang sama seperti tahun 1965, yang adalah sudah kuno sekali. Komunisme hari ini mestinya bahas hibrida ideologi kayak China yang separuh kapitalis, atau adaptasi komunisme dengan negeri muslim seperti Komunis Palestina. Komunisme kalau masih bahas teror kepada ulama, ganti ideologi Pancasila, aduh itu ketahuan banget, yang goreng isunya lahir waktu zaman Orba.

Ketiga, Bahaya laten PKI yang sesungguhnya, Bahaya laten PKI yang sesungguhnya adalah gaya-gaya politik PKI zaman dulu yang ditiru oleh orang-orang zaman sekarang yaitu:
- Taktik maling teriak maling (misalnya memprovokasi umat Islam dengan narasi PKI)
- Sebelum ketahuan, tuduh pihak lain melakukan hal yang sama
- Sebar hoax dan fitnah
- Menciptakan julukan-julukan kebencian (kampret-cebong, kadrun, penista agama, komunis, PKI, kafir dll) Kalau dulu PKI suka bilang, "Dasar antek nekolim!"
Percuma benci PKI, kalau meniru cara-caranya...

Keempat, Film Pengkhianatan G30S/PKI mestinya ditonton bareng Jagal, Senyap dan The Year of Living Dangerously, biar pemahaman kita utuh. Makin kesini, makin banyak informasi baru soal PKI, dibaca aja semua biar paham. Jangan malas baca, jangan makan hoax.
Saya setuju perlu ada rekonsiliasi antara para keturunan PKI, para keturunan tentara, ulama dan laskar Islam, serta keturunan para korban dari kedua pihak. Banyak yang tidak salah dan nggak ngerti apa-apa jadi korban. Cerita Sarwo Edhie berpelukan sama putranya Aidit itu keren banget sih kata saya, mesti dicontoh yang lain. Udah damai, jangan ada dendam lagi.

Terakhir!!

Peristiwa G30S/PKI adalah drama elit berebut kuasa, di tengah ancaman perang dari Amerika. Banyak yang tewas, laki-laki, perempuan, ulama, santri, petani, buruh, guru, prajurit, jenderal, kepala desa dll. Negeri ini terluka parah, tapi selamat dari periode paling mengerikan dalam Perang Dingin yang menghancurkan Korea, Vietnam dan banyak negara lain.
Pihak yang hari ini menakut-nakuti rakyat dengan memakai hantu G30S/PKI, menebar hoax dan fitnah, memprovokasi umat, menciptakan julukan-julukan kebencian, justru itulah mereka para 'PKI modern’ (ingat taktik maling teriak maling). Siapa mereka? Orang-orang dengan syahwat politik dan tidak segan mengadu domba anak bangsa.
Bagi saya, cerita G30S/PKI sudah tutup buku.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sejarah PKI Sesungguhnya"

Posting Komentar